5 Tren Terbaru dalam IoT untuk Bisnis di Tahun 2025

Teknologi Feb 26, 2026

Internet of Things (IoT) telah menjadi salah satu salah satu teknologi paling revolusioner yang mengubah cara bisnis beroperasi. Dengan kemampuan untuk menghubungkan berbagai perangkat dan sistem, IoT mempercepat proses pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi operasional, dan memberikan wawasan yang berharga. Menjelang tahun 2025, ada sejumlah tren baru yang bisa diharapkan akan mendominasi dunia bisnis melalui IoT. Dalam artikel ini, kita akan membahas lima tren terkini dalam IoT yang diharapkan akan menjadi sorotan utama bagi bisnis di tahun 2025.

1. Keamanan Data dan Privasi yang Ditingkatkan

Pentingnya Keamanan IoT

Dengan semakin banyak perangkat yang terhubung, ancaman keamanan menjadi perhatian utama bagi bisnis. Di tahun 2025, kita akan melihat peningkatan signifikan dalam solusi keamanan data yang dirancang khusus untuk IoT. Menurut laporan dari Cybersecurity Ventures, kerugian akibat pelanggaran data diproyeksikan mencapai $10,5 triliun pada tahun 2025. Oleh karena itu, bisnis perlu berinvestasi dalam protokol keamanan yang kuat.

Contoh Penerapan Keamanan

Salah satu solusi yang diharapkan adalah penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak yang terenkripsi, sistem otentikasi multifaktor, dan AI untuk mendeteksi ancaman secara real-time. Misalnya, perusahaan seperti Cisco telah mengembangkan solusi IoT end-to-end yang memastikan keamanan dari perangkat ke cloud.

2. Kecerdasan Buatan (AI) Terintegrasi dalam IoT

Kolaborasi IoT dan AI

Integrasi kecerdasan buatan dalam IoT akan menjadi tren utama di tahun 2025. AI memungkinkan perangkat IoT untuk menganalisis data secara real-time dan memberikan wawasan yang lebih mendalam. Kombinasi ini akan membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih cerdas dan berdasarkan data.

Penerapan dalam Bisnis

Contoh nyata dari kombinasi ini adalah penggunaan AI dalam sistem manajemen rantai pasokan. Dengan menganalisis data dari sensor IoT di seluruh rantai pasokan, AI dapat memprediksi permintaan pelanggan dan mengoptimalkan inventaris. Perusahaan seperti IBM dan Siemens telah meluncurkan proyek yang mengintegrasikan AI dengan IoT untuk meningkatkan efisiensi operasional.

3. Internet of Behavior (IoB)

Memahami Internet of Behavior

Internet of Behavior menggambarkan bagaimana data yang dikumpulkan dari perangkat IoT dapat digunakan untuk memprediksi dan mempengaruhi perilaku pengguna. Di tahun 2025, kita akan melihat lebih banyak bisnis yang menggali potensi IoB untuk memahami pola perilaku pelanggan mereka dengan lebih baik.

Contoh Penerapan IoB

Misalnya, perusahaan retail dapat menggunakan data dari perangkat wearable untuk memahami kebiasaan belanja pelanggan. Dengan menganalisis data tersebut, mereka dapat merancang kampanye pemasaran yang lebih tepat sasaran, atau menyesuaikan tata letak toko untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. Menurut laporan dari Deloitte, implementasi IoB dapat meningkatkan kepuasan pelanggan hingga 30%.

4. Penggunaan Edge Computing dalam IoT

Apa itu Edge Computing?

Edge Computing adalah pendekatan di mana data diproses di perangkat itu sendiri atau dekat dengan sumber data, bukan di pusat data yang jauh. Di tahun 2025, tren ini diperkirakan akan semakin meluas karena kebutuhan akan pengolahan data yang cepat dan efisien.

Manfaat untuk Bisnis

Dalam konteks bisnis, edge computing memungkinkan perangkat IoT untuk memberikan analisis dan respons secara real-time. Misalnya, dalam industri otomotif, kendaraan otonom dapat memproses data sensor secara lokal untuk menghindari kecelakaan. Ini meningkatkan respons time dan keselamatan.

Perusahaan seperti Microsoft dan Amazon Web Services telah mengembangkan platform edge computing untuk membantu bisnis mengimplementasikannya dengan mudah. Menurut sebuah penelitian oleh Gartner, hingga 75% perusahaan akan menggunakan edge computing dalam operasional mereka pada tahun 2025.

5. Interoperabilitas yang Meningkat

Pentingnya Interoperabilitas

Salah satu tantangan terbesar dalam penerapan IoT adalah kurangnya interoperabilitas antara perangkat yang berbeda. Namun, tren menunjukkan bahwa di tahun 2025, perusahaan akan berupaya untuk menciptakan standar komunikasi yang lebih baik antar perangkat IoT.

Contoh Interoperabilitas

Organisasi seperti Matter dan Open Connectivity Foundation (OCF) sedang bekerja untuk menciptakan standar terbuka yang memungkinkan perangkat dari berbagai produsen untuk saling berkomunikasi. Hal ini akan memungkinkan bisnis untuk lebih fleksibel dalam memilih perangkat yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Sebagai contoh, perusahaan pengelola gedung dapat menggunakan sistem HVAC, keamanan, dan pencahayaan dari produsen yang berbeda yang tetap dapat berfungsi secara optimal berkat interoperabilitas ini. Dengan memudahkan integrasi perangkat yang berbeda, bisnis dapat mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi operasional.

Kesimpulan

Dengan terus berkembangnya teknologi IoT, tren-tren yang muncul di tahun 2025 akan membuka peluang yang lebih besar bagi bisnis untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan pemahaman tentang pelanggan. Dari keamanan data yang terus ditingkatkan hingga penerapan edge computing dan interoperabilitas yang lebih baik, setiap tren menawarkan manfaat unik yang dapat dimanfaatkan oleh bisnis.

Investasi dalam teknologi IoT dan pemahaman yang mendalam tentang tren yang akan datang merupakan langkah penting bagi perusahaan untuk tetap bersaing di pasar yang semakin kompleks. Dengan mengadopsi solusi yang sesuai, bisnis dapat memanfaatkan potensi penuh dari Internet of Things dan membangun koneksi yang lebih kuat dengan pelanggan, serta meraih sukses yang berkelanjutan di tahun 2025 dan seterusnya.

Melalui artikel ini, diharapkan para pebisnis dan pemangku kepentingan mendapatkan wawasan yang bermanfaat untuk mempersiapkan strategi yang tepat dalam menghadapi era IoT yang semakin maju.

By admin